WDF_1836199

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku  dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Markus 1:16-20)

Allah hendak kita mematuhi-Nya, mengikut jalan-Nya. Ia begitu mudah tetapi bayak kali kita memberontak, kita bergumul kerana kita ingin menurut cara kita, mengikut masa kita sendiri.

Saya diingatkan tentang hal ini baru-baru ini. Saya terbangun lebih awal dari masa yang sepatutnya tetapi saya bangun dan berasa Allah hendak menunjukkan sesuatu atau melakukan sesuatu. Ketika saya bangun, saya bersungut, “Tuhan, biarkan saya tidur lebih lama, tunjukkan kepada saya kemudian!” Namun perasaan untuki bangun terus mendesak, lalu saya pun bangun, Kemudian saya melihatnya! Matahari terbit yang menakjubkan.

Bersandar pada tingkap bilik tidur, saya telah melihat seluruh langit dibanjiri dengan warna tatkala fajar menyingsing. Saya memuji Allah kerana menunjukkan keindahan kepada saya dan saya juga berterima kasih kepada Dia kerana masa-Nya yang tepat.

Doa

Tuhan, tolong kami berjalan seiring dengan masa-Mu.

* Dipetik dari buku Segenggam Manik, karya Rhona Burfield, terbitan Seminari Teologi Sabah, 2010